10. AGAMA DAN MASYARAKAT

November 30, 2010 at 2:37 pm (Uncategorized)

AGAMA

Dalam mendiskusikan fungsin agama dalam masyarakat ada 3 aspek penting yang harus dipelajari,yaitu adalah kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian.
Fungsi agama dalam pengukuhan nilai yang bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral,maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi sakral.
Fungsi agama dalam bidang sosial adalah fungsi penentu,dimana agama menciptakan suatu ikatan bersama.
Fungsi agama sebagai sosialisasi indivu ialah individu, pada saat dia menjelang dewasa memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk ( mengarahkan ) aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadian masyarakat.

1)      Pelembagaan Agama
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan yang sebenarnya secara utuh (Elizabth K.Nottingham 1954)
A. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai Sakral
Sifat-sifatnya:
a. gama memasukkan pengaruh-pengaruh yang sakral dalam system nilai masyarakat secara mutlak
b. dalam lembaga lain selain keluarga relatif belum berkembang, agama jelas menjadi fokus tama bagi pengintegrasikan dan persatuan masyarakat secara keseluruhan.
c. masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembang.

MASYARAKAT

Kehidupan bermasyarakat di Indonesia didasari atas norma-norma yang mengatur kehidupan masyarakat itu sendiri baik norma sosial, norma adat dan norma agama, kali ini penulis akan membahas mengenai kaitan antara agama dan masyarakat. Kaitan agama dengan msyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi sejarah figure nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi dan sila Ketuhanan yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf. Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat memiliki asperk-aspek yang terpelihara, yaitu pengaruh cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial, persorangan dan kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya dan yang lainnya menyangkut organisasi dan fungsi dari lembaga agama sehingga agama dan masyarakat itu berwujud kolektivitas ekspresi nilai-nilai kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: