Teori Kepemimpinan

Januari 14, 2012 at 2:09 pm (Uncategorized)

A. Pengertian dan Unsur – Unsurnya

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai.

a. Menurut George Terry, Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok.

b. Menurut Cyriel O’Donnell, kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum.

Dari dua pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas :

1. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu.

2. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan.

3. Untuk mencapai tujuan manajer.

4. Untuk memperoleh manfaat bersama.

Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak, adanya peserta yang digerakkan, adanya komunikasi, adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota.

Teori-teori Kepemimpinan

great man theory

Setiap jaman memiliki pemimpin besar. Perubahan sosial terjadi karena para pemimpin besar memulai & memimpin perubahan& menghalangi orang lain yang berusaha membawa masyarakat kearah yang berlawanan (James, 1980)

Trait Theory:

Pemimpin memiliki ciri-ciri kepribadian & karaktek yang berbeda dengan orang kebanyakan

Contoh: kemampuan adaptasi terhadap situasi, kepekaan sosial, ambisius, asertif, kooperatif, decisive, dapat diandalkan, keinginan untuk mendominasi, energik, percaya diri, resistance terhadap stres & mau mengemban tanggung jawab.

SituationalTheory:

Kepemimpian dipengaruhi oleh situasi dimana faktor-faktor tertentu dari situasi menentukan ciri-ciri pemimpin yang sesuai untuk situasi tersebut

Munculnya pemimpin dalam suatu organisasi tergantung pada aspek karakteristik birokrasi, organisasi informal, karakteristik hubungan antara atasan bawahan, rancangan tugas yang memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri dan aspek kesesuaian antara sasaran organisasi dengan sasaran individual para anggotanya(Bennis, 1981)

Personal Situational Theory:

Situasi tidak memadai untuk memunculkan pemimpin, pemimpin perlu bantuan(rekayasa) untuk dapat muncul

Kepemimpinan dihasilkan oleh ciri kepribadian pemimpin, karakteristik kelompok dan anggotanya dan kejadian yang dihadapi pada saat itu(Case, 1993)

Karakteristik Pemimpin(Field-DynamicLaw -Brown, 1936):

Diakui sebagai anggota kelompok

Memiliki hubungan interpersonal yang kuat

Beradaptasi dengan struktur hubungan yang sudah ada

Memahami kearah aman struktur akan berubah

Sadar bahwa makin kuat kepemimpinan maka makin tidak bebas si pemimpin itu sendiri

Psikoanalysis Approach:

Perilaku kepemimpinan dengan mempelajari kanak-kanak serta masa pertumbuhan pemimpin dalam keluarganya

Figur ayah sebagai sumber imajinasi gaya kepemimpinan karena figur ayah merupakan sumber rasa kasih sayang sekaligus rasa takut, perwujudan super ego & sebagai saluran emosional bagi rasa frustasi dari para pengikutnya(Freud et all)

Psikoanalysis Approach:

Pemimpin kharismatik muncul karena disamping kebesaran mereka pada saat yang tepat orang-orang di sekelilingnya sedang membutuhkan pertolongan dan atau tempat bergantung (Kets de Vries, 1980)

Hubungan pemimpin pengikut seperti anggota keluarga(ex: Mafia)

Political Approach:

Teori politik secara implisit mau pun eksplisit telah menjelaskan ciri dan persyaratan pemimpin yang diinginkan

Humanistic Approach:

Pronsip demokrasi dan kebebasan individu Teori X & TeoriY (Mc. Gregor), dll

Contingency Theory:

Efektivitas pimpinan yang berorientasi pada tugas(taskoriented) atau berorientasi pada relasi(relation oriented) akan bergantung pada corak tuntutan situasi (Fiedler)

Corak tuntutan situasi ditentukan oleh baik atau tidaknya hubungan pimpinan-bawahan, kompleksitas & kejelasan struktur tugas serta mudah-sulitnya tugas tersebut dilaksanakan

Leader Role Theory:

Karakteristik individu & tuntutan situasi menyebabkan pimpinan dengan corak tertentu akan muncul

Pemimpin bertindak & berperilaku terhadap apa yang diharapkan dari pimpinan dan bagaimana persepsi pimpinan tentang peran yang harus dijalankan

B. Fungsi dan Tugas

Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut :

1. Mengambil keputusan

2. Mengembangkan informasi

3. Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota

4. Memberi dorongan dan semangat pada anggota

5. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan

6. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan

7. Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi

Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Yang berkaitan dengan kerja :

– Mengambil inisiatif

– Mengatur langkah dan arah

– Memberikan informasi

– Memberikan dukungan

– Memberi pemikiran

– Mengambil suatu kesimpulan

b. yang berkaitan dengan kekompakan anggota :

– Mendorong, bersahabat, bersikap menerima

– Mengungkapkan perasaan

– Bersikap mendamaikan

– Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat

– Memperlancar pelaksanaan tugas

– Memberikan aturan main

C. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki

Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut :

1. Level Top Leader/Top Management

Pimpinan puncak, misalnya, direktur utama. Melakukan tugas yang bersifat konseptual.

Misalnya, melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota.

2. Level Middle Leader/Middle Management

Golongan menengah, misalnya, staf produksi, manajer keuangan. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management, juga melakukan pekerjaan tersebut. Penguasaan

teknis relatif penting.

3. Lower Leader/Lower Management

Golongan bawah, misalnya, supervisor, mandor dan pelaksana teknis. Harus menguasai teknis

walaupun secara konseptual tidak begitu penting.

D. Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Orientasi pekerjaan (task oriented)

2. Orientasi kekompakan (human oriented)

Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti :

– Gaya kekompakan tinggi, kerja rendah

– Gaya kerja tinggi, kekompakan rendah

– Gaya kerja tinggi, kekompakan tinggi

– Gaya kerja rendah, kekompakan rendah

E. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan

Menurut George R. Terry, pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut :

1. Mental dan fisik yang energik

2. Emosi yang stabil

3. 3.Pengetahuan human relation yang baik

4. Motivasi personal yang baik

5. Cakap berkomunikasi

6. Cakap untuk mengajar, mendidik dan mengembangkan bawahan

7. Ahli dalam bidang sosial

8. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial

Menurut Horold Koontz dan Cyrel O’Donnel, ciri-ciri pemimpin yang baik adalah :

a. Tingkat kecerdasan yang tinggi

b. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan

c. Cakap berbicara

d. Matang dalam emosi dan pikiran

e. Motivasi yang kuat

f. Penghayatan terhadap kerja sama

Sumber :

http://edushandsome.multiply.com/journal/item/13/Teori_Kepemimpinan_Leadership?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

dhimaskasep.files.wordpress.com/2008/…/09b-teori-kepemimpinan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: